Implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) dalam Pengembangan Pariwisata Sumatra Barat

Main Article Content

Haiyyu Darman Moenir
Abdul Halim
Ajeng Masna Rifamida Maharani

Abstract

Tourism in the ASEAN context is considered substantial in supporting the economic growth acceleration in each ASEAN country. Therefore, ASEAN has formed a joint strategy to support tourism development in each ASEAN member country through the formation of the ATSP (ASEAN Tourism Strategic Plan). Indonesia is one of the ASEAN member countries also has focus on the tourism sector. One of the provinces with good tourism opportunities in Indonesia is West Sumatra. This study will analyze how West Sumatra maximizes tourism potential through the implementation of ATSP. The method chosen to explain and analyze the problem in this research is a qualitative method with a descriptive-analytic type of research. Through a qualitative approach allows researchers to be able to produce a detailed description of the policies taken by the Government of West Sumatra within the framework of the ATSP for regional tourism development. The findings of this study indicate that the government of West Sumatra has not yet maximized the potential of the region in the tourism sector and has not implemented ATSP thoroughly.


 


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Moenir, H. D., Halim, A. ., & Maharani, A. M. R. . (2021). Implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) dalam Pengembangan Pariwisata Sumatra Barat. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 15(1), 49–63. https://doi.org/10.47608/jki.v15i12021.49-63
Section
Articles

References

Afifuddin dan A. S., Beni. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.

Anonim. (2014). Perkenalkan Poros Maritim: Presiden Joko Widodo Dijadwalkan Jadi Pembicara Utama di APEC. Harian Kompas, No. 126, Tahun ke-50, 6 November 2014.

APCO. (2014). A Jokowi Presidency: Politics, Government and Business Under Indonesia’s Future President. dalam APCO Worldwide, 24 Juli 2014.

Aziz, M. (2014). Tantangan Poros Maritim Jokowi. Harian Suara Merdeka, 18 Oktober 2014.

Chheang, V. Tourism and Regional Integrastion in Southeast Asia. Tokyo: IDE

Chuvyers, L. dan Pupphavesa, W. (1996). from ASEAN to AFTA, CAS Discussion Paper, No. 46.

Direktorat Jenderal Kerja sama ASEAN Republik Indonesia. (2009). Cetak Biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2015.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2012), Panduan Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011—2025. Penprinas Mei 2011-2025.

Handayani. R. (2013). Mendongkrak Pariwisata Melalui Ujung Jari, Rumah Aktualisasi.

Hidayat, A. (2003). Implementasi Kebijakan Pariwisata dalam Perspektif General Agreement on Trade in Services (GATS). Disertasi Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Universitas Padjadjaran: Bandung.

Hikmat, H. (1995). Paradigma Pembangunan dan Implikasi dalam Perencanaan Sosial. Jakarta: Universitas Indonesia.

Inskeep, E. (1991). Tourism Plainning: Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2016). Laporan Akuntabilitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 2012. Rencana Strategis 2012-2014. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2016). Laporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2016.

Kurniawan, R. A. (2013). Kebijakan Pengembangan Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Objek Wisata. Society Jurnal Pendidikan IPS, Edisi IX.

KPU. (2014). Jalan Perubahan Untuk Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian: Visi, Misi, dan Program Aksi Jokowi-Jusuf Kalla 2014 dalam www.kpu.go.id.

Lumaksono, A, et al. (2012). Dampak Ekonomi Pariwisata Internasional pada Perekonomian Indonesia. Forum Pascasarjana, Vol. 35 No. 1, 53--68.

Marsetio. (2014). Sea Power Indonesia. Jakarta: Universitas Pertahanan.

Mclntyre, George. (1993). Sustainable Tourism Development: Guide for Local Planners, WTO, Spain.

Muhamad, S. V. (2014). Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia. dalam Info Singkat Hubungan Internasional, Vol. VI, No. 21. November/2014.

OECD. (2014). The OECD Economic Outlook. Vol. 1. Paris: OECD Publishing.

Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025

Prayini. I. (2016). Pengaruh Destination Branding terhadap Tourist Retention.

Rosenau, J. N. (1981). The Study of Political Adaptation: Essays on the Analysis of World Politics. New York: Nichols Publishing.

Sofield. (2000). Rethinking and Reconceptualizing Social and Culture in Southeast and South Asian Tourism Development. Oxford: Butterworth Heinemann.

Spillane, J. J. (1991). Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius.

Sunario. (2007). Indeks Daya Saing pariwisata Dunia tahun 2007 Melalui The World Economic Forum. Media Indonesia.

Sutarjo. (2016). Kinerja Promosi Kepariwisataan Daerah. Jurnal Kepariwisataan Indonesia.

Thorson, S. J. (1973). Adaptation and Foreign Policy Theory. dalam Sage

International Yearbook of Foreign Policy Studies Research Paper, No. 18.

Tourism Strategic Plan 2011--2015 ASEAN. (2012). http://www.resonanceco.com/Library/tourism-strategic-plan-2011-2015/

UNWTO. (2015). UNWTO Tourism Highlights and UNWTO Tourism Barometer.

Viva News. (2015). Keunggulan wisata Malaysia dari Indonesia. Diakses melalui http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/320516-11-keunggulan-wisata-malaysia-dari-Indonesia.

Wahyudi,H. (2012). Pariwisata, Pengentasan Kemiskinan, dan MDGs. UPBJJ-UT Denpasar