Analisis Medan Kekuatan Terhadap Barapan Kebo Sebagai Atraksi Community Based Tourism (CBT) di Kabupaten Sumbawa Barat

Main Article Content

Amir Ma'ruf

Abstract

Pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) merupakan konsep pengelolaan pariwisata yang menjanjikan manfaat maksimal bagi masyarakat, menjadikan pariwisata inklusif bagi masyarakat, dan lebih menjamin keberlanjutan pariwisata sendiri.
Atraksi wisata yang paling mungkin dikelola ala CBT adalah wisata budaya yang memiliki banyak atraksi yang digemari para wisatawan saat ini. Dalam pada itu, Barapan kebo merupakan permainan rakyat yang secara rutin diselenggarakan oleh masyarakat di Pulau Sumbawa. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian barapan kebo untuk dijadikan daya tarik wisata berbasis masyarakat dan menganalisis langkah strategis apa yang perlu dilakukan untuk menjadikan barapan kebo sebagai daya tarik wisata berbasis masyarakat. Alat yang digunakan adalah AMK. Hasilnya menunjukkan bahwa Barapan Kebo layak dijadikan daya tarik wisata berbasis masyarakat dan Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) pendorongnya adalah kecenderungan wisatawana terhadap budaya yang unik dan FKK penghambatnya adalah belum dipasarkannya Barapan Kebo sebagai daya tarik wisata. Opsi langkah strategis terbaik yang harus segera dilakukan adalah memadukan atara penguatan FKK pendorong dan pelemahan FKK penghambat. Yaitu mempromosikan Barapan Kebo ke pasar pariwisata.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Ma’ruf, A. (2020). Analisis Medan Kekuatan Terhadap Barapan Kebo Sebagai Atraksi Community Based Tourism (CBT) di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Kepariwisataan Indonesia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kepariwisataan Indonesia, 14(1), 53–65. https://doi.org/10.47608/jki.v14i12020.53-65
Section
Articles

References

Buku

Ardika, IG, (2018), Kepariwisataan berkelanjutan, rintis jalan lewat komunitas, Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Fisher, S., Abdi, D. I., Ludin, J., Smith, R., Williams, S., & Williams, S., (2007), Working with conflict: skills and strategies for action, London: Zed Books.

Hatton, Michael J. (2000), Community-based tourism in the Asia-Pacific, Toronto: School of Media Studies at Humber College.

Iskandarsyah, M. (2019), Buku kajian wisata petualangan, Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia

Kementerian Pariwisata, (2018), Rencana strategis 2018-2019 kementerian pariwisata, Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Maryani (1997), Pengantar geografi pariwisata, Bandung: IKIP Bandung

Pantin, D.A. & Francis, J. (2005). Community based sustainable tourism, St. Augustine, Trinidad and Tobago: UWI-SEDU.

Sianipar, J.P.G, dan Entang, H.M., (2003), Teknik-teknik analisis manajemen. Jakarta, LAN.

Suansri, Potjana (2003), Community-based tourism handbook, Thailand: REST Project

Yoeti, Oka A. (2008). Ekonomi pariwisata: introduksi, informasi, dan implementasi; Bambang Pribadi (ed.). Jakarta: Kompas Media Nusantara

Jurnal/Proceeding/Skirpsi/Tesis/Disertasi

Anuar, A. N. A., & Sood, N. A. A. M., (2017). Community based tourism: understanding, benefits and challenges. Journal of Tourism and Hospitality, 6(1). DOI: 10.4172/2167- 0269.1000263.

Goodwin, H., Santilli, R. (2009), Community-based tourism: a success, Leed: ICRT Occasional Paper 11.

Sumber Online/Media Massa

Kompas (2008), Kembangkan pariwisata berbasis masyarakat, Diakses pada 5 April 2020 dari https://nasional.kompas.com/read/2008/11/26/13425869/kembangkan.pariwisata.berbasis.masyarakat.

Kemenparekraf (2020), Data kunjungan wisatawan mancanegara bulanan tahun 2019, Diakses pada 15 Juni 2020 dari https://www.kemenparekraf.go.id/post/data-kunjungan-wisatawan-mancanegara-bulanan-tahun-2019.

Lestari, S. R., (2018), Serunya Barapan Kebo di Festival Pesona Moyo 2018. Diakses pada 7 April 2020 dari https://travel.detik.com/travel-news/d-4214252/serunya-barapan-kebo-di-festival-pesona-moyo-2018.

Mindtools, 2018, Force field analysis, Diakses pada 11 Juli 2019 dari https://www.mindtools.com/pages/article/newTED_06.htm.

Nukman, H, (2019), Mengenal barapan kebo, tradisi unik di Sumbawa. Diakses pada 7 April 2020 dari https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4581428/mengenal-barapan-kebo-tradisi-unik-di-sumbawa.

Paryati, E, (2019) Barapan kebo tradisi warisan leluhur khas Sumbawa. Diakses pada 7 April_2020_dari https://poskita.co/2019/12/12/barapan-kebo-tradisi-warisan-leluhur-khas-sumbawa.

Susanti, Apriliana (2017), Pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan: pariwisata oleh, dari dan untuk masyarakat, Diakses pada 4 April 2020 dari https://www.combine.or.id/article/Pariwisata-Berbasis-Masyarakat-yang-Berkelanjutan--Pariwisata-oleh-dari-dan-untuk-Masyarakat__%23__196.

Peraturan Perundang-undangan

UU RI Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, JDIH Kementerian Pariwisata RI Jakarta